Minggu, 28 Agustus 2011

.Ketupat atau kupat adalah hidangan khas Asia Tenggara maritim berbahan dasar beras yang dibungkus dengan pembungkus terbuat dari anyaman daun kelapa (janur) yang masih muda. Ketupat paling banyak ditemui pada
saat perayaan Lebaran, ketika umat Islam merayakan berakhirnya bulan puasa. Makanan khas yang menggunakan
ketupat, antara lain kupat tahu (Sunda), Grabag (kabupaten Magelang), kupat glabet (Kota Tegal), coto makassar (dari Makassar, ketupat dinamakan burasa), lotek, serta gado-gado (seringkali diganti dengan lontong). Ketupat juga dapat dihidangkan menyertai sate, meskipun lontong lebih umum. Selain di Indonesia, ketupat juga dijumpai di Malaysia, Brunei, dan Singapura. Di Filipina juga dijumpai bugnoy yang mirip ketupat namun dengan pola anyaman berbeda.[1] Ada dua bentuk utama ketupat yaitu
kepal (lebih umum) dan jajaran genjang.
Masing-masing bentuk memiliki alur
anyaman yang berbeda. Untuk
membuat ketupat perlu dipilih janur
yang berkualitas yaitu yang panjang, tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua. Penggunaan lain Di antara beberapa kalangan di pulau Jawa, ketupat sering digantung di atas pintu masuk rumah sebagai semacam
jimat. Masyarakat di daerah tersebut
masih memegang tradisi untuk tidak membuat ketupat di hari biasa, sehingga
ketupat hanya disajikan sewaktu
lebaran dan hingga sepekan
sesudahnya. Bahkan ada beberapa
daerah di pulau Jawa yang hanya
menyajikan ketupat di hari ketujuh sesudah lebaran saja atau biasa disebut
dengan Hari Raya Ketupat. Di pulau Bali, ketupat (di sana disebut kipat) sering
dipersembahkan sebagai sesajian upacara.
Di kutip dari wikipedia

Tidak ada komentar: